Artikel Kesehatan

Pencegahan Stroke saat Pandemi Covid-19

Stroke adalah penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung. Dan terkait kecacatan di dunia, stroke merupakan nomor satu penyebab kecacatan permanen. Stroke merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan biaya besar untuk penangananya.

Di Indonesia, sesuai data dari kementrian kesehatan pada 2018, stroke telah menghabiskan biaya pelayanan kesehatan sebesar 2,56 triliun rupiah.

Stroke merupakan gangguan peredaran darah otak.

Stroke pada otak bisa memiliki gejala yang bermacam-maca. Gejala stroke yang muncul biasanya sesuai area otak yang terkena. Yang khas adalah gejala pada stroke terjadi secara mendadak.

Gejala yang muncul adalah pasien stroke mengalami kelemahan sisi separuh, wajah merot secara mendadak. Agar gejala stroke dan penanganan awal lebih mudah dikenali dan dipahami oleh masyarakat, ingatlah WASPADA (Wajah merot, Anggota gerak lemah separuh, Sensibilitas terganggu, Pelo, Aphasia atau sukar berkomunikasi, Disorientasi)

Baca Juga :

Apabila ada keluarga Anda yang mengalami gejala di atas, segera bawa ke rumah sakit.

Selain itu pasien stroke juga bisa memiliki gejala gangguan keseimbangan dan gangguan penglihatan mendadak. Yang perlu Anda waspadai secara ekstra adalah faktor-faktor risiko penyebab stroke juga merupakan komorbid (penyerta) pada covid-19, misal: diabetes, penyakit jantung, obesitas, merokok.

Pencegahan stroke

Cara sederhana mencegah stroke adalah selalu aktif. Istilah zaman sekarang: Jangan Mager atau Malas Gerak. Cara lain berupa penanganan faktor risiko stroke dengan stop merokok, amati tekanan darah, turunkan berat badan dan olahraga.

Dan berikut ini adalah tips pencegahan stroke yang efektif selama pandemi COVID-19

Olahraga

Olahraga saat pandemi tertap perlu Anda lakukan dengan sesuai protokol kesehatan. Menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan diterapkan dengan ketat.

Olahraga bagi orang dewasa sehat untuk mencegah stroke yang dianjurkan adalah aerobik. Olahraga jenis ini membutuhkan banyak oksigen dan melibatkan banyak otot.  Lakukan olahraga aerobik dengan intensitas sedang seperti jalan cepat, lari, atau bersepeda selama 30-40 menit sehari, 3-4 kali dalam seminggu.

Kontrol makanan

Menurut panduanpencegahan stroke di Amerika disebutkan bahwa konsumsi minimal 5 porsi buah dan sayur dalam sehari dapat mencegah stroke. Tak perlu mahal-mahal. Menu kuliner sehat Indonesia yang kaya sayur/buah juga bisa Anda jadikan pilihan seperti pecel, gado-gado, rujak, urap-urap, semanggi dan lainnya.

 115 total views,  1 views today